Rabu, 28 September 2016

Mengapa Akhirnya Pilihan Jatuh Pada Investasi Apartemen

Don't put your eggs in one basket, istilah ini bukan istilah asing bagi para investor atau mereka yang sedang mengamati dunia investasi, mulai dari para investor konglomerat sampai pada investor skala menengah dan kecil. Dari pemahaman tersebut, pesan yang ingin di sampaikan bahwasanya harta sebaiknya tidak di simpan di suatu tempat, tujuannya adalah meminimalkan resiko dan pembagian resiko. Ada beberapa hal jenis investasi mulai dari jangka pendek sampai jangka panjang. Tabungan, deposito,emas dan reksadana adalah jenis investasi yang banyak dipilih, disusul oleh jenis investasi lainnya seperti properti, saham, forex dan asuransi. Pilihan jenis investasi mana yang di inginkan ?, tergantung dari jenis resiko apa yang akan dipilih dan kembali lagi ke karakter masing-masing para investor apakah tipe menghindari resiko, pengambil resiko atau bahkan moderat dengan memilih porsi resiko yang seimbang.


Salah satu jenis investasi yang menarik saat ini adalah properti, lokasi hunian terutama yang berada di tengah kota sudah menjadi suatu kebutuhan. Konsep pusat kota yang kemudian berubah menjadi pusat bisnis menjadikan area perumahan mengarah ke pinggiran kota. Tanah dan bangunan yang sudah terlanjur berada di pusat kota memiliki daya tarik tersendiri. Pada kondisi ini, teori ekonomi pun berlaku, saat permintaan sudah melebihi penawaran yang terjadi adalah harga pun semakin bernilai tinggi. Salah satu strategi yang di usung di tengah lahan yang terbatas adalah konsep bangunan vertikal. Untuk kategori hunian vertikal, di kota besar seperti Jakarta, konsep ini sudah mulai sejak puluhan tahun yang lalu, pilihan apartemen pun menjadi alternatif untuk tetap bisa beraktivitas di tengah kota. Lambat laun perkembangan kota-kota lain mengalami hal yang sama tak terkecuali Makassar sebagai pintu gerbang dari Kawasan Indonesia Timur (KIT). Data inflasi yang di terbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Makassar adalah satu satu kota di Indonesia yang mengalami tingkat inflasi yang cukup tinggi berdasarkan indikator Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar lebih dari 9%, bahkan melebihi rata rata persentase kenaikan inflasi nasional di tiap tahunnya yang rata-rata 8%, dari data ini bisa di jadikan sebagai salah satu aspek akan prospek masa depan Makassar.

Saya mau share pengalaman beberapa tahun lalu, saat duduk santai menikmati sarapan pagi dengan secangkir teh manis di teras rumah orang tua sambil membaca koran hari ini, sebenarnya saat itu saya sedang siap-siap berangkat ke kantor tapi ada yang membuat rasa penasaran saat mata tertuju pada halaman terakhir di koran tersebut, sebuah iklan terpampang satu halaman penuh tertulis Vida View sebagai header. Sebuah apartemen sudah di pasarkan dan akan di bangun oleh developer national yang sudah punya pengalaman lebih dari 30 tahun bidang properti di hampir seluruh provinsi yang ada di Indonesia, lokasinya berada di jantung kota kawasan boulevard Panakukang yang memiliki harga jual tanah paling tinggi se-Makassar. Saya coba mencatat nomor telepon kantor pemasaran yang tidak lain adalah pengembang yang sama pada sebuah perumahan mewah di Sulawesi Selatan. Siang harinya saya menghubungi nomor telepon yang tertera di iklan tersebut menanyakan berbagai macam informasi. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, nantinya apartemen ini akan memiliki nilai investasi yang tinggi di masa mendatang. Keesokan harinya di sabtu pagi, saya pun menyempatkan ke kantor pemasaran dan bertemu dengan marketing yang kemarin sudah janjian sebelumnya melalui telepon. Sambil menujukan gambar dan brosur yang berisi tipe unit apartemen yang di tawarkan termasuk daftar harga. 

Dari awal, saya sudah "jatuh cinta" dengan konsep apartemen ini sejak membaca iklan di koran, urban living perpaduan residential dan komersial di lengkapi dengan fasilitas taman, kolam renang termasuk fasilitas olah raga lainnya dan shop house yang semuanya terintegrasimenjadikan tempat hunian tengah kota yang nyaman dan prestisius. Harga jual rata-rata saat itu berkisar 13 juta per meter persegiDengan penuh keyakinan, saya pun menjatuhkan pilihan pada salah satu unit studio yang berada di lantai 21. Selanjutnya, informasi mengenai perkembangan pembangunan apartemen ini saya dapatkan melalui koran, mulai dari tahap peletakan batu pertama, pemasaran untuk tower 2 termasuk pemasaran ruko komersial. 




Bayangan investasi yang dulunya hanya sebuah prediksi sudah terbukti hasilnya, gedung tinggi dengan 38 lantai untuk tower pertama sudah hampir rampung bahkan secara paralel  pembangunan untuk tower kedua sudah berjalan. Walaupun saat ini pembangunan seutuhnya belum selesai, namun harga jualnya terus meningkat dan bahkan sekarang kisaran harga sudah 15 juta per meter, dengan kalkulasi ini nilai investasi rata-rata sudah 15 % pertahun, suatu investasi yang menarik bukan ? dan bisa dipastikan harganya akan terus bertambah di masa mendatang. Selain nilai jual kembali yang tinggi, hal menarik lainnya jika unit apartemen ini disewakan dengan fasilitas sekelas hotel bintang 5 menjadikan alternatif hunian bagi para tamu dan pendatang dari luar Makassar, dan jika di kelola dengan baik juga bisa menjadi sumber passive income di masa depan.

Dari berbagai macam pertimbangan baik dari segi nilai investasi maupun fasilitas yang tersedia, serta jika di bandingkan dengan kenaikan pendapatan rata-rata pertahun dan tingkat inflasi saat ini, masih ragu investasi di apartemen Vida View ?

#MariInvestasi

Tulisan ini di ikutkan pada lomba blog investasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar