Minggu, 02 Agustus 2015

Umroh Ramadhan 2015 - Part 4

Seminggu setelah kembali ke Tanah Air, setelah kelarnya kerjaan kantor yang sudah ditinggal "cukup lama", acara halal-bihalal, reunian, ngumpul-ngumpul atau apalah-apalah judulnya, di weekend ini saatnya kembali lanjutin cerita tentang Umroh Itikaf Ramadhan, di part 4 ini akan menjadi part yang tulisannya paling panjang di banding dengan parts sebelumnya, oh iya buat yang baru menemukan halaman ini bisa baca juga cerita sebelumnya ada di Part 1 Part 2 dan Part 3, karena di halaman ini bukan lagi cerita seputaran persiapan, biaya, perlengkapannya apa saja yang disiapkan, tapi lebih ke journey, cerita keseruan perjalanan, ngapain aja selama Umroh Ramadhan, Itenerary kemana aja, mulai dari keberangkatan sampai kembali ke Indonesia.

Mula nya meeting point kami sudah di tentukan di Singapore jadi kami semua akan ke Singapore dan menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan pesawat ke Jeddah di tanggal 4 Juli 2015, kebetulan saya dan orang tua berangkatnya menggunakan Qatar Airways (bersama 45 orang rombongan lainnya) berangkat 02.30 dini hari jadi kami sudah tiba di Singapore sekitar tgl 3 Jam 8 Malam, perjalanan starting dari Makassar, Jakarta, Singapore di skip aja yak karena akan lebih menarik tentunya tentang cerita perjalan setelah meninggalkan Singapore hehehe

Doha, Qatar
Pesawat ini berangkat boleh di bilang on time sesuai dengan jadwal yang tertera di tiket, 3 Jam sebelumnya counter check in baru dibuka, review tentang Qatar Airways  bisa liat di link ini rasanya pertama kali naik Qatar Airways Ke Jeddah
Doha, sepertinya menjadi tempat favorit Qatar Airways untuk transit perjalanan kemanapun yang akan dilintasi baik Middle East maupun Europe, sehingga saat pertama kali tiba di Hamad Airport ini kesan pertama adalah comfort dan luas, kami transit di sini selama 7 jam, ceritanya waktu yang 7 jam ini kita mau manfaatin fasilitas yang disediakan oleh Qatar Airways bagi penumpang yang transit lebih dari 5 jam untuk ikut Free Doha City Tour, sehingga setibanya di Doha, kaki ini pun melangkah mendekati counter City Tour yang saat itu belum juga buka, setelah menunggu sekitar sejaman akhirnya counternya pun buka, antriannya panjanggg dann ternyata oh ternyata dapat kabar dari rombongan yang terlebih dahulu masuk di jejeran antrian depan, bahwasanya Free City Tour untuk jam 8 pagi sudah full, jikalau ambil yang jam selanjutnya ng akan ke kejar untuk penerbangan selanjutnya ke Jeddah, tapi tak apalah, ng ikut city tour bukan berarti mati gaya dong ya killing the time in 7 hours after, kebetulan Hamad Airport ini luas bahkan sangat luas sekedar mau ngider, muter-muter ataupun ingin window shopping, nyang paling penting free internet, ada ruangan terkhusus bagi yang mau selonjoran (baca tiduran), kursinya pun terdesign untuk tidur, lumayan dua jamaan bisa memejamkan mata, menetramkan hati dan pikiran (apa siikk :D ).
antraian city tour di Hamad Airport
ruangan tidur yang nyaman
*) Photo by Jamaah di group
Sebelum menuju ke ruang tunggu di gate A8 (klo ng salah) main dulu ama bocah kecil, lucu nan ganteng ini namanya Ahmad
Ahmaaaddd

Tentang Doha lagi saat dari Jeddah ke Singapore kami pun transit di kota ini, namun waktunya sekitar sejaman, hanya sempat mampir ke toilet, judulnya transit berpindah gate.

Madinah
Setelah tiba di Bandara Haji Jeddah jam 4 sore, saatnya melanjutkan perjalanan ke Madinah, menggunakan Bis, Jarak antara Jeddah ke Madinah sekitar 5 jam, selama di perjalanan sesekali intip-intip melalui kaca jendela bis, ng banyak yang bisa terlihat sepanjang jalan, selain juga awan yang sudah mulai gelap, mayoritas rombongan terlelap tidur setelah perjalanan panjang.
Tepat jam 11-an malam tiba di hotel Madinah, hotel kami berada di ring 1 dekat dengan Mesjid Nabawi sekitar 300M dari pintu hotel menuju Mesjid, jalan terlihat sangat ramai, rupanya waktu itu saat orang-orang selesai Shalat Tarawih, selesai menurunkan barang-barang yang ada di bagasi bis saatnya masuk hotel dan check in, lift nampaknya antri, kami pun diarahkan ke Lantai 12 selanjutnya pembagian kamar, aq sekamar berlima diantaranya Aq, Mama, Mba Nelly, Mba Ika, Mba Murni, kamar cukup luas dan bersih, posisinya paling pojok, desain kamar-kamar di hotel ini seperti ruangan di apartment jadi 1 pintu utama didalamnya terdapat 4 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 meja makan dan 1 dapur yang dilengkapi westafel, kulkas, dispenser dan juga kompor.
Kelar pembagian kamar kita pun istirahat karena dalam hitungan 3 jam kedepan mau bangun sahur, waktu Imsak di Madinah lebih cepat dibanding di Makassar yakni jam 4 subuh sementara buka puasa lebih lama jam 7 malam, total puasa selama kurang lebih 14 jam, kelar sahur saatnya menuju Mesjid Nabawi untuk Shalat Subuh
Urut-urutannya selama 2 hari di Madinah kurang lebih gini, bangun sekitar jam 2.30 siap-siap sahur, kadang sahur di hotel tapi pernah juga Aq, Mama dan Bapa sahur di luar dekat dari hotel, semua tempat makan di jam-jam 02.30 - 04.00 antriii (ya iyaalaahhh), setelah sahur kembali ke hotel siap-siap untuk Shalat Subuh, setelah Subuh biasanya Mengaji dulu sambil menunggu Syuruk jam 6 pagi, dan karena judulnya tanggung balik ke hotel kadang lanjut berkunjung ke toko-toko belanja oleh-oleh :), kadang juga melanjutkan tidur sejenak di Mesjid sambil menunggu di bukanya pintu menuju ke Raudah, sebelum pintu menuju Raudah dibuka ada semacam siraman rohani menggunakan bahasa masing-masing, saat itu kami gabung ke group Malaysia menggunakan bahasa Indonesia campur Melayu jadi ada banyak group-group sesuai negaranya, Jadwal ke Raudah pun nantinya akan diatur berdasarkan giliran negara juga, sudah di tentukan untuk Wanita sekitar jam 10 pagi dan selesai sebelum Shalat Dhuhur, setiap group akan di dampingi Askar Wanita. Mungkin karena bulan Ramadhan ataupun memang sudah jadwal fix, ternyata sore hari juga ada kunjungan ke Raudah khusus untuk Wanita dan akan selesai sebelum Shalat Ashar. Raudah ini terletak diantara kamar Nabi Muhammad SAW dan Mimbar, salah satu tempat yang Mustajab untuk Berdoa, BERDOA , AMINNN
Trus balik ke hotelnya kapan? selesai Shalat Dhuha dan kembali ke Mesjid lagi menjelang Shalat Dhuhur atau antara Shalat Dhuhur dan Ashar, karena Ashar ke Magrib waktunya cukup singkat (hanya sekitar 3 jam) tanggung untuk balik ke hotel, biasanya Mengaji sambil menunggu Buka Puasa di Mesjid lanjut Shalat Isya dan Tarawih, so baru akan sampai hotel sekitar jam 11 malam

Selain urut-urutan diatas, hari terakhir di Madinah sekitar jam 7 Pagi, kita ada city tour yang di provide oleh pihak travel, rutenya ke Mesjid Quba, kebun kurma dan Uhud.
Bersama rombongan di Depan Mesjid Quba, Madinah
*) Photo by Jamaah di group
Jam 8 pagi siap-siap meninggalkan Madinah menuju ke Kota Mekkah, Berdoa bisa kembali ke Madinah lagi, AMIN

Buka Puasa di Nabawi
Buka puasa di Mesjid Nabawi kami rasakan selama 2 malam (2 kali), di hari pertama kita memilih lokasi di dalam Mesjid (indoor) sementara di hari kedua (atau malam terakhir di Madinah) karena pengen suasana yang berbeda, kita memilih yang outdoor tepatnya di pelataran Mesjid Nabawi, konon kabarnya dari tulisan yang aq pernah baca, total biaya yang dikeluarkan untuk Buka Puasa Mesjid Nabawi selama Ramadhan adalah sekian Milliar perhari dari berbagai macam Donatur, Wowww sungguh melimpahnya negeri ini, terkagum kagum SANGAT.
Petak-petak lokasi pembagian takjil/makanan untuk berbuka baik di indoor maupun outdoor sudah diatur sedemikian rupa, jadi boleh di bilang hampir merata, yang membedakan hanya suasana, kalau ditanya enakan indoor atau outdoor jawabannya hampir sama, sama sama seru, pendapat pribadi nh ya, klo di Indoor karena areanya lebih tertutup jadinya lebih rapi dan tertata sehingga ruang gerak orang untuk kesana kemari juga terbatas, sementara di outdoor karena areanya juga banyak orang yang lalu lalang sehingga efeknya beberapa nyerobot antrian para askar yang membagikan takjil/Makanan, terkesan ramai.
Suasana Buka Puasa di Mesjid Nabawi
Mekkah
Labaika Allahumma Labaik, rombongan kami tiba di Mekah sekitar pukul 4 sore, setelah melewati perjalanan dari Madinah kemudian singgah di Bir Ali untuk ambil Miqot dan niat umrah, kami pun akan melanjutkan Rukun Umrah selanjutnya, begitu tiba di Bazma Ezam Hotel Mekkah, Jarak antara Hotel dan Mesjid sekitar 600 M, kami drop barang dan siap-siap menuju ke Mesjidil Haram, saat itu karena jam menunjukan pukul 6 lewat, sudah hampir mendekati waktu berbuka puasa, akhirnya kami berbuka puasa dulu di halaman pelataran, terdapat banyak volunteer yang membagi-bagikan takjil mulai dari kurma, buah ataupun roti, baik disepanjang menuju Mesjid maupun di Area Mesjid itu sendiri. Setelah selesai berbuka dan Shalat Magrib, kami yang di dampingi Muthowif segera memasuki Mesjidil Haram, Subhanallah saat melihat Ka'bah, rasa haru yang tak tertahankan.
Karena jamaah kami puluhan orang, kami sepakat memilih untuk tawaf di lantai 2, agar memudahkan memantau menjadi satu kesatuan rombongan, tempat tawaf ada 3 lantai, kami pun Tawaf mengelilingi Ka'bah 7 putaran sambil berdoa, Shalat Isya dan Shalat Sunnah, kemudian lanjutkan Sai 7 Putaran antara Bukit Safa dan Marwah, sesekali kami singgah untuk minum Air Zam-Zam yang lokasinya berada di area Sai, setelah Sai selesai dilanjutkan dengan menggunting rambut atau Tahallul, biasanya untuk Pria mengguntik keseluruhan rambutnya sementara untuk Wanita memotong rambut sepanjang satu ruas jari. Kondisi yang saat itu sangat padat sehingga pada akhirnya Jamaah kami sudah terpencar menjadi beberapa kelompok kecil. Aq yang bersama Bapa dan Mama pun kembali ke Hotel dan makan makanan Indonesia menu Bakso dan Rendang yang disediakan oleh pihak travel.
Makan malam selesai, waktu menunjukan Jam 12 Malam, kami pun beranjak meninggalkan hotel untuk memulai itikaf, tempat yang kami pilih sebagai base camp yakni di North Expantion, area perluasan Mesjidil Haram tepatnya di pintu 13 dekat toilet wanita nomor 23, disini sudah ada beberapa rombongan kami yang sudah sampai terlebih dahulu, karena area ini sangat luas dan layout desain sekitarannya hampir-hampir mirip, yang menjadi patokan kami yakni nomor pintu masuk atau nomor toilet, lokasinya cukup kondusif dan nyaman dekat dari toilet wanita dan pintu keluar. Sesampainya di Base Camp 13, rupanya Shalat Qiyamulail sudah berjalan, kondisi badan juga agak lelah akhirnya kami menunggu sambil tiduran dan akan bangun lagi menjelang Sahur.

Pagi-pagi setelah mandi, sekitar jam 10, kami pun Tawaf 7 putaran sekaligus Shalat Sunnah di Hijir Ismail, sambil menunggu Dhuhur dan Ashar, disela-selanya terkadang tidur sejenak ataupun Membaca Al'Quran. Untuk lokasi Shalat Dhuhur dan Ashar, Aq dan Mama tempatnya berpindah pindah, kita mencari tempat Shalat in every another site tepatnya di sekitar pelataran Ka'bah, dilantai 2 maupun lantai 3, yang penting bisa menatap Ka'bah dengan puasnya, pernah juga di bukit Safa dan Marwah tempat Sai, di area ini lebih sejuk mungkin karena dekat dengan pintu ruang terbuka. Namun yang tak kalah indah saat malam hari melaksanakan shalat di lantai 3, dari sudut shaf area Wanita, terlihat pancaran sinar warna warni secara bergantian dari puncak Zam-Zam Tower
Kami beberapa kali merasakan suasana berbuka puasa di sekitar Ka'bah saat awal-awal tiba di Mekah dan menjelang Shalat Isya kami balik ke base camp 13. Sama dengan di Madinah, banyak dermawan-dermawan yang membagi bagikan takjil menjelang buka puasa, takjil yang favorit adalah Kurma atau Roti, ada juga yang sudah membawa bekal dari rumah, di hari pertama berbuka puasa di pelataran Ka'bah kami bersama rombongan keluarga dengan 3 anak remaja berasal dari Jordan yang kerja dan tinggal di Jeddah, mereka fasih bahasa Inggris, sangat baik, saat selesai shalat Tarawih kami pamitan akan pulang ke base camp, anak remaja yang paling kecil umurnya 12 tahun menyapa dengan ucapan "Terima Kasih Untuk Semuanya" sambil tersenyum, HHAAA aq pun kaget disapa dalam bahasa Indonesia, rupanya rombongan keluarga ini sering bergaul dengan Mahasiswa Indonesia yang ada di Jeddah, jadi mereka hapal beberapa kalimat sapaan, beruntungnya kami dikelilingi oleh orang-orang baik.

Baik di Mekkah maupun di Madinah, Shalat Jenasah menjadi hal yang rutin, dilaksanakan setelah selesai shalat Wajib, waktu di Mekkah ng sengaja setelah pulang dari zam-zam tower saat mau melaksanakan Shalat Dhuhur, aq melewati area yang sepertinya tidak terlalu padat, memang lokasi ini jarang kami lalui, disana terlihat ada sekitar 5 jenasah berjejeran yang sudah di tutup kain kafan, tidak ada yang hiasan yang berlebihan termasuk tidak menggunakan tandu tertutup yang biasa kita lihat di pemakaman lingkungan sekitar, lokasinya dekat dengan marwah tempat sai, setelah selesai Shalat Jenasah tidak jauh dari area tersebut aq pun langsung mengikuti arah kemana jenasah tersebut akan dibawah, rupanya Wanita tidak boleh mengikuti sampai ujung, aq pun hanya sebatas yang dibolehkan sampai rombongan yang membawa jenasah tak terlihat lagi.   
Hal yang sering terlihat juga saat orang-orang yang membawa bungkusan didalamnya terdiri dari beberapa Al-Quran, rupanya banyak juga yang Wakaf Al-Quran, di simpan di rak-rak yang tersedia di Mesjid. Jika ingin Wakaf Alqur'an, jenis Al-Quran ini bisa di beli di book store yang berada di sekitar Hotel Hilton, tapi sebelumnya informasikan ke pelayan toko jika Al-Quran tersebut mau di Wakafkan, sehingga dipilihkan jenis yang digunakan oleh Mesjidil Haram, karena ada 2 jenis dengan cover yang sama, sekalian minta stemple yang bertanda Wakaf.
Hari-hari di Mekkah dan tak terasa menunjukan peningkataan jumlah jamaah di Mesjidil Haram di setiap malam-malam ganjil, puncaknya malam ke 27 dan 29 Ramadhan sebagai malam terakhir yang nyaris tak terlihat ada barisan yang kosong, dapat informasi dari teman yang berada di luar saat malam ke 27, bahwasanya sampai di jalan raya tempat yang biasa dilalui mobil pun di penuhi Jamaah di malam ganjil tersebut.

1 Syawal, inilah dimana seluruh umat Islam merayakan hari kemenangan, di awal kami beberapa rombongan lainnya sudah berencana ingin melaksanakan lebaran di pelataran Ka'bah, kami pun datang lebih awal yakni jam 1 dini hari, berjalan dari base camp 13 tempat kami menginap, ternyata sampai pelataran pun terlihat sudah penuh, tak banyak shaf yang kosong sehingga rombongan kami duduknya berpencar-pencar, tidak di satu shaf yang sama, lokasinya jika di tarik sebuah garis lurus sejajar dengan pintu Ka'bah, Subhanallah. Sambil menunggu kami pun duduk dan menggelar Sajadah. Tak terasa Takbiran berkumandang, setengah jam sebelum Shalat Idul Fitri yang dimulai jam 6 pagi. Sama saat berbuka puasa, banyak dari jamaah membagi-bagikan makanan kurma, roti bahkan uang riyal. Kami duduk berdekatan dengan rombongan dari Mesir, mereka ikut serta membagi-bagi makanan yang semuanya manis mulai dari berbagai macam permen bahkan gula pasir yang di kemas sekali pakai untuk satu gelas teh. Kami menjalankan Idul Fitri dengan khusyuk dan aq pun menjadi sangat terharu tak henti-hentinya berucap syukur atas nikmat Allah ini. Setelah selesai Idul Fitri ada semacam ceramah oleh Imam Mesjid menggunakan Bahasa Arab, setelah selesainya ceramah tersebut kami pun bersalam-salaman bergegas pulang mencari makan, tempat yang akan kami akan tuju adalah restauran khusus masakan Indonesia berada di Lantai 3 Grand Zam-Zam, di sana sudah ada berjejer prasmanan salah satunya menu lontong sayur.
Jam tidur selama Ramadhan di Mekkah, boleh dibilang lebih sedikit, kalau di total rata-rata sekitar 5-6 jam sehari, bisa di jalanin? Insya Allah semua bisa, sebaran jamnya yakni saat setelah Syuruk jam 6 pagi sampai jam 9 atau 10 (3-4 jam), antara Dhuhur dan Azhar (1-2 Jam) atau antara selesai Tarawih dan Shalat Qiyamulail (1 Jam) atau antara Shalat Qiyamulail menjelang sahur (1 Jam)
Photo diambil dari Tempat Tawaf Lantai 3


Buka Puasa dan Sahur di Mesjidil Haram
Urusan makan kebetulan aq juga ng neko-neko, gampang masuk segala jenis makanan. Selama Buka Puasa dan Sahur perut pun berkompromi, tidak ada kendala dengan apa yang di makan, sesekali buka puasa di sekitar pelataran Ka'bah atau pelataran Mesjid yang luas, tapi untuk Buka Puasa dan Sahur di Mesjidil Haram, mostly spent the time with them my lovely friends, tepatnya lokasi how we call "base camp 13", mereka helpfull, rame, lucu, rada ngocol, rada gilak uppsss, ada yang sabar juga, ada yang keibuan juga (how joy and cheerful i am around in), kebayang dong gimana serunya kalo kita ngumpul, rasanya seperti kita yang sudah bersahabat sekian ratus tahun (hahaha), jadi gini, setelah Shalat Ashar, yang kami lakukan mempersiapkan segala sesuatu mulai dari motong-motong timun, buah, sayuran (jadi ng pakai ribet), ada bagian porter bagi-bagiin takjil, ngambil air zam-zam, bagian yang tugasnya beli paket nasi di sekitar Mesjid dan sebagian lagi tugasnya cuci piring dan bersih-bersih wadah, ng sampai 15 menit semuanya kelar, kepasarnya kapan? tiap 3 hari sekali waktunya pagi-pagi dan biar efektif disamain ama jadwal balik ke hotel untuk rotate pakaian, nyuci, charger hp dll, kebetulan pasarnya berada tidak jauh dari hotel kami.
Menunya simple nasi plus lauk, timun dan sayuran yang dicampur kadang dengan sambel pecel, sambel kecap, salad secara bergantian setiap harinya. Pecel, goreng tempe, abon, kentang kering dan kawan-kawannya kami siapin dari Indonesia
Saat berbuka kita memulainya dengan yang ringan-rngan dulu air zam-zam, kurma, buah dan untuk makan besar nasi beserta teman-temannya tadi nanti di santap setelah Shalat Magrib, untuk sahur sama, jadi apa yang menjadi bahan berbuka puasa tadi itu juga yang jadi menu untuk sahur. Kami makannya gaya ala-ala Arab gitu, lesehan kemudian nasi dan lauknya di gelar beralaskan plastik, simple dan praktis karena selesai makan plastiknya langsung di buang, oh iya porsi nasi dan lauk yang dijual disana adalah porsi super jumbo jadi 1 porsi bisa untuk makan 3 orang.
Makasih Mba Nell for a great arrangement, moment buka puasa dan sahur yang tak terlupakan, begitu beruntungnya kami yang berada di sekitarmu :)
Seperti Inilah Kami Berbuka dan Sahur
*) Photo by Jamaah di group
City Tour Mekkah
City tour di Mekkah yang di provide oleh pihak travel, tepatnya tgl 4 Syawal, perjalanan kurang lebih 3 jam, dari jam 8 - 11 pagi, awalnya kami mengunjungi Jabal Tsur namun ng lama disni hanya photo-photo, kemudian di lanjutkan ke lokasi tempat bertemunya Adam dan Hawa yang sebelumnya berpisah sekian ratus tahun, tebak apa coba nama tempatnya? *) ng usah di sebutin kali nama tempatnya udah pada tau, ini juga salah satu tempat favorit aq, semogaa #ehh, sebelum melanjutkan ke destinasi selanjutnya mlipir beli es krim dulu berada dekat dengan bis kami yang katanya enak, setelah di coba emang enak sh. Perjalanan lanjut ke Arafah, Musdalifah dan Mina yang jalurnya searah dan berdekatan, di terangkan oleh Muthowif yang mendapingi kami bahwasanya Mina dan Musdalifah ini sangat ramai dan penuh saat musim Haji, sampai-sampai yang terlihat hanya lautan manusia. Lokasi terakhir yang kami kunjungi agak jauh yakni Zirana sebuah mesjid dimana bisa juga ambil Miqat di tempat ini, sebelum kembali ke hotel kami melewati Gua Hira.

Oh iya selain itu sebelumnya di tanggal 2 Syawal kita juga city tour mandiri dengan menyewa 2 bis mini mengunjungi museum Ka'bah, Peternakan Onta, Mesjid tempat ini juga adalah tempat ambil miqat bagi yang mau melaksanakan Umroh. Di Museum kabah terdapat miniatur/maket Mesjidil Haram, tangga menuju pintu Ka'bah yang pernah digunakan, gambar Mesjidil Haram dari masa ke masa, contoh Al-Quran pertama, yang aslinya kalo ng salah ada di Turki dan masih banyak benda-benda peninggalan jaman dulu
Berlatar Belakang Onta  

Gua Hira
Mau cerita khusus tentang perjalanan menuju Gua Hira, tempat dimana Nabi Muhammad SAW menerima Wahyu pertama kalinya, beberapa dari travel umroh yang saya tau, jarang untuk memasukan Gua Hira sebagai destinasi persinggahan, kalaupun singgah hanya sekedar mampir atau melewati sejenak, tidak sampai menanjak ke puncaknya, karena memang memerlukan waktu dan tenaga yang wuaarr biasak (baca: luar biasa :p ), sengaja kami memilih tour ini setelah Ramadhan, gimana coba rasanya kalau diadain pas puasa Ramadhan. Total hampir 30 orang dari rombongan kami yang ikut Tour to Gua Hira, dengan menyewa 2 bis mini kami pun berangkat sekitar jam 4.30 (setelah Shalat Ashar), bagi yang rombongannya ng begitu banyak, bisa juga nyari bis mini di terminal, ada kok jalur trayek ke sana.
Awalnya akupun ragu karena konon katanya, jarak yang di tempuh untuk sampai dipuncak sekitar 3 KM jadi total untuk sampai dan kembali sekitar 6 KM, Wooww sesampainya di lokasi dari bawah nampak orang-orang yang sedang berjalan menanjak melewati anak tangga yang berlekuk-lekukan, kelihatan agak curam memang medannya, Bismillah semoga bisa sampai diatas. Perlahan tapi pasti beberapa kali singgah sekedar minum dan photo-photo, total waktu yang diperlukan sekitar sejaman lebih untuk sampai di puncak, ngos-ngosan sih pasti, aq khawatir aja penyakit asma ini jangan sampai kumat dan Alhamdulillah akhirnya sampai juga di puncak, ternyata Gua Hira sendiri tidak berada di posisi paling puncak, kita harus turun lagi, lokasinya berada dibalik tempat awal menanjak tadi, masuk kesininya tentu saja antri dan mesti melewati lorong kecil yang hanya bisa di lalui oleh 1 orang saja, jadi masuk dan keluarnya secara bergantian. Sekian banyak orang yang berada di puncak Gua Hira ini, dari bahasa dan potongan wajahnya sh sepertinya mostly mereka yang berasal dari negara seputaran India atau Nepal, entah apa kepercayaannya, rata-rata pada shalat dan berdoa di tempat ini.
How wonderful pemandangan saat senja sambil menunggu antrian Shalat Magrib
Photo Bapa saya yang umurnya 63 tahun di puncak Gua Hira 
Kami datangnya bersamaan 2 bis tapiiii klo pulangnya hehehe jangan ditanya, beberapa yang ng sanggup sampai puncak memilih pulang duluan termasuk Mama saya, bersama sekitar 8 orang rombongan lainnya.
Unrecommended ke Gua Hira di siang hari karena ffanass, prefer pagi2 buta sebelum subuh atau setelah Ashar seperti jadwal kami ini, jadi bisa dapat view saat matahari terbenam dan suasana malam saat lampu-lampu bersinar terlihat dari puncak ketinggian. Jangan lupa bawa bekal berupa air minum yang cukup, permen buat ngunyah-ngunyah selama menanjak, cemilan yang bisa dinikmati sembari manatap pemandangan.

Jeddah
Kota ini adalah kota pertama dan terakhir yang dikunjungi saat tiba dan pulang. Jarak antara Mekkah dan Jeddah hanya 2 jam, sepanjang perjalanan dan sejauh mata memandang yang terlihat berupa gunung-gunung batu, sesekali kami jumpai kompleks perumahan nan elit namun sepi seperti tak berpenghuni, semacam tidak ada hiruk pikuk didalamnya. Setibanya di kota Jeddah sebelum ke Airport menuju pulang, kami diantar ke tempat favorit orang Indonesia namanya Ali Murah, tempat belanja yang sepertinya survei dalam hitungan cepat hampir 90% orang Indonesia, si pelayanya pun bisa bahasa Indonesia walaupun pronounciation terkadang kurang pas, dari nama dan tagline tokonya si pemilik memilih marketnya orang Indonesia/Melayu, untuk oleh-oleh rasanya sudah cukup jadi daku pun tidak belanja di tempat ini (kecuali beli es krim), mengenai harga, beberapa item agak mahalan dikit dibanding Mekkah dan Madinah.
Setelah puas window shopping perjalan dilanjutkan di Mesjid terapung, sebelumnya kami diajak muter-muter kota Jeddah yang nampak kota ini sepi dari lalu lalang kendaraan dan orang, katanya sh ramainya pada malam hari, termasuk kami juga melihat beberapa lokasi yang dulunya di gunakan sebagai tempat dihukumnya orang-orang yang melanggar peraturan misalnya mencuri ataupun mengedarkan narkoba, hukumnya pun tidak tanggung-tanggung di pancung atau potong tangan, memang hukum yang berlaku di negeri ini tergolong ketat, namun tempat ini tidak digunakan lagi dan area hukum menghukum menurut penjelasan, sudah di pindahkan ke luar kota.
Setibanya di Mesjid Terapung rupanya mesjid ini sedang di tutup, mungkin juga belum masuk waktu shalat Dhuhur, jadi biar ng mati gaya kita photo-photo aja di bagian halaman luarnya. Selanjutnya perjalanan menuju ke Airport.
Di depan Mesjid Terapung, Jeddah
*) Photo by Jamaah di group
Terima kasih Ya Allah untuk kado indah ini, sungguh luar biasa. Umroh bareng orang tua lagi di Bulan Ramadhan, telah menghadirkan orang-orang terbaikMu di rombongan kami, aq pribadi banyak belajar dari mereka-mereka terutama tentang Ilmu Agama. Terima kasih para admin, korlap dan seluruh rombongan yang secara tulus dan ikhlas membantu kami menjalankan ibadah ini, hanya Allah yang bisa membalasnya. Terima kasih para donatur dermawan yang sudah membagi-bagikan makanan untuk berbuka selama disana, Overall sesuatu yang di mulai dari hati, hasilnya pun telah menorehkan kesan tulus dalam hati. Semoga Ibadah kita ini di Terima Oleh-Nya, AMIN

9 komentar:

  1. kapan yah kesini diriku??? Semoga ya Allah. Amin.

    BalasHapus
  2. Barakallah ... perginya bareng keluarga besar ya? Bahagianya ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bareng orang tua Mba Mugniar heheh

      Hapus
  3. Wah... luar biasa pengalaman traveling religi/wisata muslimnya dek. Keinginan kesana jadi berlipat lipat ganda. Amiinnn...

    BalasHapus
  4. Wah... luar biasa pengalaman traveling religi/wisata muslimnya dek. Keinginan kesana jadi berlipat lipat ganda. Amiinnn...

    BalasHapus
  5. Semoga di mudahkan kesana Kak Obby , Aminn

    BalasHapus
  6. Pingin juga bisa berangkat umroh ramadhan aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnnn, semoga di mudahkan berangkat umroh

      Hapus